Monday, March 17, 2014

Demokrasi dan Pemilu



Pemilu (pemilihan umum) adalah pesta demokrasi yang biasanya diselenggarakan dalam periode tertentu. Biasanya negara yang berideologi demokrasilah yang menyelenggarakan pemilu. Sistem demokrasi memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk berpendapat, tetapi tetap dibatasi oleh peraturan yang berlaku.

LUBER JURDIL merupakan slogan yang sering kita dengar saat pemilu. Seharusnya slogan tersebut merupakan cerminan dari pemilu yang akan kita laksanakan sebentar lagi. LUBER JURDIL merupakan akronim dari Langsung, Umum, BEbas, Rahasia, juJUR dan aDIL. Bagaimanapun juga, melihat kondisi politik saat ini, mungkin LUBER JURDIL lebih cocok bila diartikan sebagai:

LU    : Lucu 
BER : Berantakan
JUR  : Jujur
DIL   : Dilarang 

Menurut pendapat Saya, pemilu itu seperti tunduk atau menyerahkan sebagian wewenang kita kepada orang lain yang kita percayakan untuk memimpin. Tapi kebanyakan pemimpin justru menyia-nyiakan kepercayaan tersebut. Melihat hal tersebut, bukan tidak mungkin bila semua orang memilih untuk tidak memilih siapapun.

Pentingnya Pemilu dalam demokrasi
Sesuai dengan artinya demokrasi berasal dari dua kata, yang di serap dari bahasa yunani yaitu demos dan kratos/kratein, demos artinya rakyat dan kratos/kratein artinya pemerintahan. Dengan demikian demokrasi adalah (pemerintahan rakyat) artinya rakyat yang berhak untuk menentukan siapa yang akan menduduki lembaga-lembaga Negara. Baik eksekutif yaitu presiden dan wakilnya ataupun kepala-kepala daerah.  

Pemilu bagi suatu negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Pemilu memiliki arti penting sebaga berikut:

  • Untuk mendukung atau mengubah personil dalam lembaga legislatif
  • Membentuk dukungan mayoritas rakyat dalam menentukan pemegang kekuasaan eksekutif untuk periode waktu tertentu
  • Rakyat melalui perwakilannya secara berkala dapat mengoreksi atau mengawasi kekuatan eksekutif.

Dalam pemilu ada banyak partai politik yang bersaing untuk mendapatkan kursi di parlemen. Tidak jarang juga yang bersaing dengan cara kotor, seperti politik uang, Politik uang adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang.  Dengan tujuan agar seseorang tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pemberian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. Politik uang dimaksudkan untuk menarik perhatian mayarakat dengan pemberian hadiah, uang atau sembako dengan harapan masyarakat akan memilih calon anggota dari partai yang berpolitik uang tersebut.

Biasanya politik uang ini dijalankan dengan berbagai cara agar kecurangan yang dilakukan tidak terlalu kelihatan. Cara yang dilakukan adalah  memberikan uang/sembako kepada masyarakat di jam-jam tertentu. Dalam istilah awam biasa disebut serangan fajar. Memberikan barang lainnya dengan kedok undian pada saat berkampanye.

Jujur Dilarang
Jika ada partai yang berpolitik uang, ambil saja uang atau barangnya tapi pilihlah sesuai dengan keinginan dan kepercayaan anda. Tidak harus memilih partai yang memberikan uang tapi partai lain juga boleh dipilih. Tidak ada masalah bila membohongi caleg. Toh biasanya rakyat yang dibohongi jika mereka sudah terpilih.

Walaupun memberikan kebebasan ternyata sistem demokrasi punya sisi gelap juga. Berikut adalah opini saya terkait kelemahan sistem demokrasi.

Suara Terbanyak
Kelemahan yang paling fatal dari demokrasi ala barat adalah menangnya suara terbanyak, sehingga ada rumusan yang paling ekstrem dalam sebuah keputusan, yaitu 50% plus 1, jadi siapa dia, apapun kelompoknya, bagaimanapun partainya, bagaimanapun caranya dan lain sebagainya,bila sebuah partai atau koalisi partai melebihi 50% dari total suara maka partai atau kolaisi partai tadi dipastikan menang.

Perlu Dana Yang besar
Bayangkan pelaksanaan pilpres di Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari ribuan pulau. letaknyapun bisa begitu terpencil. Pendistribusian Kotak dan surat suara memerlukan biaya yang besar. Belum lagi biaya untuk memonitor jalannya pemilu. pasti bayak biaya yang harus dikeluarkan negara untuk keperluan pemilu.

Yang Menang Belum Tentu Yang Benar
Banyak contoh dari pemenang pemilu yang dengan begitu pandainya mengemas dirinya atau partainya. Pada awalnya kelihatan “bersih” namun  perlahan namun pasti keburukan partai pemenang terbongkar satu demi satu.

Pengusaha Ikut Main
Karena takut usaha nya bangkrut, perusahaan pun mau tidak mau ikut mengucurkan dana siluman yang tidak dapat dideteksi oleh pengawas pemilu. Apa bila partai yang diberi kucuran dana menang, si pengusaha tentunya akan mendapat imbalan dari partai pemenang yang menguntungkan usahanya. 

Rakyat Jadi Korban
Dalam pembukaan Undang-undah dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan bahwa "perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan Pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur“. Dengan kata lain, perjuangan haruslah menghasilkan kemerdekaan, persatuan, kedaulatan yang adil dan makmur Tapi kenapa hal tersebut malah terseok-seok dibelakang?

Hal yang paling penting adalah jangan tertipu dengan janji caleg. Masyarakat juga perlu melihat track record dari caleg agar tidak salah pilih. Pergunakan suara anda dengan bijak dalam pilpres nanti. Datang, pilih, coblos dan celup untuk Indonesia.


Author : Dodi Randi Ginting      

No comments:

Post a Comment