Daerah Jawa Barat memiliki banyak cerita
rakyat terkenal, salah satunya adalah cerita mengenai asal muasal gunung
Tangkuban Perahu dengan tokoh utamanya Sangkuriang.
Sangkuriang
memiliki karakateristik orang sunda pada umumnya. Meskipun dia telah mengembara
jauh tetapi pada akhirnya kembali ke tanah kelahirannya sendiri dan bertemu
kembali dengan ibunya atau dalam istilah sunda kita mengenal nyalindung ka gelung indung.
Tetapi
kali ini kita tidak akan banyak membahas mengenai Sangkuriang. Kita akan
membahas mengenai Dayang Sumbi ibu dari Sangkuriang. Yang menarik dari cerita
Sangkuriang adalah dia telah mengembara bertahun-tahun dan kemudian kembali ke
tanah kelahirannya dan bertemu dengan Dayang Sumbi, ibunya masih terlihat awet
muda seperti saat mudanya. Sampai-sampai Sangkuriang berniat untuk memperistri
Dayang Sumbi karena tidak tahu bahwa “wanita muda” dihadapannya adalah ibunya
sendiri.
Memang
diceritakan bahwa Dayang Sumbi adalah keturunan dewa sehingga dia bisa awet
muda. Namun, Bila kita coba menghubungkan cerita ini dengan kebiasaan
masyarakat sunda yang suka mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan/ lalapan yang membuat mereka awet muda maka Dayang Sumbi mewakili
perempuan sunda yang pandai merawat diri agar tetap cantik dan awet muda sampai
kapanpun. Si pembuat cerita sadar atau tidak telah memberikan karakteristik
wanita sunda pada seorang Dayang Sumbi.
Hal
lain yang menarik dari cerita Sangkuriang adalah dikisahkan bahwa dalam
pengembaraannya setelah diusir oleh Dayang Sumbi, Sangkuriang selalu berjalan
menuju arah timur dan akhirnya kembali lagi ke tanah kelahirannya. Bila kita
hubungkan dengan ilmu pengetahuan umum saat ini, Sangkuriang membuktikan bahwa
bumi itu bulat karena ketika dia berjalan terus ke timur dia akhirnya kembali
lagi ke tanah kelahirannya.
Itu
berarti bahwa orang-orang jaman dahulu yang membuat kisah tentang Sangkuriang
telah mengetahui bahwa bumi itu bulat bahkan tanpa mereka mengetahui teori bumi
bulatnya Galileo Galilei.
Yogiswara Javmika
@1stjavmika
No comments:
Post a Comment