Film yang bercerita tentang nabi Musa sudah seringkali dibuat filmnya namun kali ini sutradara Ridley Scott membuatnya menjadi lain dengan sudut pandang yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah film yang tidak menjiplak dari unsur agama manapun, baik Kristen maupun Islam. Film dengan nuansa Epik yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan dan bersifat kolosal. Untuk itu penulis lebih cenderung menganggapnya sebagai film fiksi pada umumnya.
Seperti layaknya film fiksi petualangan maka film ini juga menyuguhkan pemandangan yang tidak indah tetapi mempesona. Mengapa tidak indah ? Karena pemandangannya adalah bukit-bukit berbatu dan tanah tandus. Mempesona karena menyuguhkan pemandangan alami dengan pegunungan dan laut yang berdampingan, patung-patung kerajaan dan lansekap kota Mesir.
Unsur spesial efek cukup bagus dan menarik ditambah dengan sistim 3 Dimensi mampu menghadirkan tontonan yang menarik. Kehadiran tulah-tulah ditampilkan secara logis dengan anggapan bahwa aking banyaknya manusia yang digigit buaya maka warnanya menjadi merah. Lalu karena terusik lingkungannya maka muncul katak dengan jumlah yang banyak. Katak tidak mendapat makanan maka mati dan selanjutnya dikerubuti lalat yang banyak. Akibatnya lalat-lalat membawa bibit penyakit sehingga ternak-ternak menderita penyakit sampar.
Mjd.
No comments:
Post a Comment