Tuesday, June 23, 2015

Pengoptimalan Penggunaan RFID Pada Perpustakaan Universitas Bina Nusantara Dalam Melakukan Peminjaman Buku Secara Mandiri Dengan Memanfaatkan NFC Pada Smartphone

Pengoptimalan Penggunaan RFID Pada Perpustakaan Universitas Bina Nusantara Dalam Melakukan Peminjaman Buku Secara Mandiri Dengan Memanfaatkan NFC Pada Smartphone 


Rony Baskoro Lukito, S.Kom., M.Kom., Cahya Lukito, ST., MT., Deddy Arifin, S.Kom.


Jurusan Teknik Informatika
School of Computer Science
BINUS  UNIVERSITY
JAKARTA

2014

-------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pengoptimalan Penggunaan RFID Pada Perpustakaan Universitas Bina Nusantara Dalam Melakukan Peminjaman Buku Secara Mandiri Dengan Memanfaatkan NFC Pada Smartphone 

Abstrak
RFID (Radio Frequency Identification) merupakan proses pengidentifikasian suatu objek secara langsung dengan frekuensi radio. Ada dua komponen penting dalam sistem RFID yaitu kartu/label (Tag) dan pembaca (Reader). Pada masing-masing tag terdapat ID yang berbeda-beda (unik). Selain ID, pada tag juga terdapat suatu blok yang digunakan untuk keamanan. Pada penerapan di perpustakaan, semua buku yang akan dibaca oleh reader ditempel tag. Dengan adanya tag pada masing-masing buku yang digunakan untuk peminjaman, maka dapat dibuat suatu aplikasi pada smartphone yang mendukung NFC (Near Field Communication) yang dapat digunakan oleh masing-masing pengguna dalam meminjam buku secara mandiri, yaitu tidak perlu datang ke petugas perpustakaan untuk meminjam buku.

Kata kunci: RFID, tag, reader, NFC, layanan perpustakaan.

 



 

DAFTAR ISI









DAFTAR TABEL

 

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Tag RFID................................................................................................................ 7
Gambar II.2 Satu rol Tag RFID................................................................................................... 7     
Gambar II.3 Family of contact and contactless smart card.......................................................... 8
Gambar II.4 ISO 15693 Tag reader............................................................................................ 9
Gambar II.5 Komunikasi NFC dan tag RFID............................................................................ 10
Gambar II.6 Evolusi Teknologi NFC......................................................................................... 10
Gambar IV.1 Diagram Process peminjaman dengan NFC application....................................... 12
Gambar IV.2 Use case business process NFC autoborrow system............................................ 13







BAB I.                       PENDAHULUAN

I.1          Latar Belakang

      Dengan berkembangnya ICT (Information and Communication Technology) dengan pesat, ICT dapat diterapkan ke hampir semua kegiatan yang ada, termasuk di universitas. Salah satunya adalah penggunaan RFID pada semua kartu (Binusian Card)  mahasiswa, dosen dan karyawan di Universitas Bina Nusantara. Jadi dengan RFID card ini, mahasiswa dan dosen dapat mencatatkan kehadiran perkuliahan, meminjam buku, membayar makan, hanya dengan meletakkan RFID card tersebut di sebuah card reader.
      Selain Binusian Card, salah satu penerapan ICT adalah dalam penerapan RFID pada semua buku di perpustakaan Bina Nusantara. Dengan implementasi RFID ini maka semua peminjaman buku, petugas perpustakaan tinggal menaruh buku yang akan dipinjam pada RFID reader (book reader), reader tersebut akan membaca tag ID buku, mencocokkan ke database perpustakaan, kemudian menampilkan data buku tersebut di layar komputer. Jika buku tersebut jadi dipinjam maka sistem akan mengubah status buku di database sebagai buku yang terpinjam atas nama dosen/mahasiswa, kemudian RFID reader akan menonaktifkan security blok pada tag RFID di buku, sehingga jika buku dibawa keluar perpustakaan tidak akan membunyikan alarm.
      Proses peminjaman buku seperti diatas sudah diotomatisasikan. Jadi mahasiswa atau dosen yang akan meminjam buku, meletakkan kartu anggota di card reader dan buku di book reader di sebuah mesin yang di beri nama “autoborrow”. Mesin tersebut lalu akan menampilkan data peminjam, termasuk nama, dan kuota buku yang dapat dipinjam, dan menampilkan juga data buku. Kemudian peminjam tinggal menekan tombol submit, dan buku sudah terpinjam.
      Mesin autoborrow ini adalah komputer PC biasa yang terhubung dengan device card reader dan device book reader. Di perpustakaan Bina Nusantara ada 2 unit mesin autoborrow ini.
      Proses autoborrow atau peminjaman buku secara mandiri ini akan membantu petugas perpustakaan karena mahasiswa dan dosen maupun karyawan dapat melakukan self-service dalam meminjam buku.

I.2          Rumusan Masalah

Dengan banyaknya kunjungan mahasiswa dan dosen perhari, juga banyaknya peminjaman buku, maka kadang-kadang terjadi antrian pada petugas peminjaman buku, maupun pada sistem “autoborrow” tersebut. Karena itu diperlukan sistem lain yang bisa berfungsi seperti mesin “autoborrow” tetapi yang mudah untuk diimplementasikan. Sehingga dapat membantu mahasiswa dan dosen yang akan meminjam buku.

BAB II.                   TINJAUAN PUSTAKA

RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah istilah generik yang digunakan untuk menggambarkan sebuah sistem yang mentransmisikan identitas (dalam bentuk nomor seri yang unik) dari suatu obyek atau orang tanpa kabel, menggunakan gelombang radio. (RFID Journal)
Teknologi Auto-ID ini termasuk barcode, pembaca karakter optik dan beberapa teknologi biometrik, seperti scan retina. Teknologi auto-ID telah digunakan untuk mengurangi jumlah waktu dan kerja yang diperlukan untuk menginput data secara manual dan untuk meningkatkan keakuratan data. (Godex - Glossary, 2013).
Ada beberapa komponen yang diperlukan agar sistem yang menggunakan RFID dapat berjalan.

II.1       Tag RFID/RFID Transponder

      Tag adalah sebuah perangkat radio kecil yang juga disebut sebagai transponder, smart tag, smart label atau barcode radio. Tag ini terdiri dari sebuah microchip silikon sederhana (biasanya kurang dari setengah milimeter dalam ukuran) yang melekat pada plat kecil berisi udara dan dipasang pada substrat. (RFID Technology, 2013). Selain itu masing-masing tag memiliki ID yang unik.
      Tag RFID mengandung setidaknya dua bagian. Salah satunya adalah sebuah sirkuit terintegrasi (chip) untuk menyimpan dan memproses informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frekuensi radio (RF) sinyal, dan fungsi-fungsi khusus lainnya. Yang lainnya adalah antena untuk menerima dan mengirimkan sinyal.
Gambar II.1 Tag RFID
      Antena ini yang memungkinkan tag ini dibaca oleh reader secara contactless. Semakin besar antena maka bisa semakin jauh jarak reader dan tag tersebut. Sedangkan chip bertugas menyimpan nomor ID dan informasi lainnya. Chip ini dapat berupa read-only (hanya dapat dibaca saja, tidak bisa menulis informasi lain di tag ini), read-write (tag bisa dibaca tulis berkali-kali) atau write-once read-many (hanya bisa ditulis sekali tetapi dapat dibaca berkali-kali). (Hunt, Puglia, & Puglia, 2007)
      Tag RFID ini bentuknya bermacam-macam tergantung kebutuhan. Misalnya untuk buku dapat dipakai tag kotak dengan ukuran 5x5cm. Untuk CD/VCD dapat dipakai tag berbentuk bundar yang bisa ditempelkan di tengah keping CD/VCD. Untuk ditempelkan pada kaset VHS, tag RFID ini dapat berbentuk empat persegi panjang. Selain itu terdapat tag khusus, misalnya tag untuk tracking buah-buahan, tag yang bisa ditanam di bawah kulit dan lain-lain.
Gambar II.2 Satu rol Tag RFID ukuran 5cm x 5cm


II.2       ISO/IEC 15693 dan ISO/IEC 14443

      Agar tag  RFID dapat dibaca oleh reader dari berbagai vendor, tag RFID harus mempunyai suatu standard yang digunakan oleh RFID reader untuk dapat berkomunikasi dengan tag tersebut. Ada 3 standard yang berbeda untuk klasifikasi contactless RFID smart card. (Finkenzeller, 2010)
Table II.1Standard contactless smart card
Standard
Card type
Approximate range
ISO/EIC 10536
Close-coupling
0-1cm
ISO/EIC 14443
Proximity-coupling
0-10cm
ISO/EIC 15693
Vicinity-coupling
0-1cm

      Standar yang digunakan untuk tag ID buku pada perpustakaan adalah ISO 15693. Sedangkan standar RFID untuk kartu mahasiswa dan kartu dosen menggunakan ISO 14443.
      Berikut ini adalah diagram standard smart card, termasuk yang contact maupun contactless (Finkenzeller, 2010)



Gambar II.3 Family of contact and contactless smart card
      Jadi untuk tag RFID yang digunakan pada buku di perpustakaan (ISO 15693) maupun pada Binusian card (ISO 14443) beroperasi pada frekuensi yang sama, yaitu pada frekuensi 13.56 MHz.

II.3       Electronic Article Surveillance (EAS)

Pada transponder/tag ID terdapat kapasitas data sebanyak beberapa byte hingga beberapa kilo bytes. Tetapi ada 1bit di transponder yang khusus digunakan untuk keamanan. Data 1 bit ini dapat memberikan status pada tag reader: ‘transponder in the field’ atau ‘transponder not in the field’.
Satu bit pada transponder ini digunakan pada Electronic Article Surveillance (EAS) untuk menjaga/mengecek status barang. Jika pengguna membawa barang/buku melewati EAS gate dengan status ‘transponder in the field’, maka akan mengaktifkan alarm pada EAS gate. (Finkenzeller, 2010). Demikian juga sebaliknya, jika status tag adalah ‘transponder not in the field’ maka tag RFID tidak akan mengaktifkan alarm.

II.4       Tag Reader

Selain tag juga diperlukan alat yang berfungsi untuk membaca tag tersebut. Alat ini dapat dinamakan tag reader. Reader ini dapat membaca ID unik yang terdapat pada masing-masing tag. Selain itu walaupun namanya reader, tetapi alat ini juga dapat menuliskan informasi ke tag.
Seperti tag, reader ini juga mempunyai antena. Antena ini yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan tag. Ketika reader memancarkan gelombang radio, seluruh tag yang berada dalam jarak pancar reader tersebut dan mempunyai frekuensi yang sama dengan reader tersebut akan memberikan respon.
Komunikasi antara tag dengan reader dilakukan lewat 3 proses. Yang pertama tag diaktivasi oleh tag reader dengan frekuensi radio 13.56 MHz. Setalah aktif tag tersebut akan menunggu perintah dari reader. Kemudian reader akan memberikan perintah ke tag, dan menunggu respon dari tag tersebut. Jika tag menerima perintah yang valid, maka tag akan memberikan respon dari perintah reader tadi dan mengirim balik ke reader. Semua transmisi data dilakukan lewat frekuensi 13.56 MHz. (Scalzo, Gates, Potnis, Howell, & Tran)
Jadi komunikasi antara reader dan tag tidak perlu terjadi kontak fisik (contactless), bahkan dapat melewati penghalang, semisal kertas, kayu, dan lainnya. (RFID Technology, 2013)



Gambar II.4 ISO 15693 Tag reader

II.5       Near-Field Communication (NFC)

      Pada awalnya, NFC bukanlah merupakan sistem RFID, tetapi interface data nirkabel antar perangkat, mirip dengan Infrared atau Bluetooth. Namun, NFC memiliki beberapa karakteristik yang menarik dalam kaitannya dengan sistem RFID. (Finkenzeller, 2010)
      Pengiriman data antara dua interface NFC menggunakan frekuensi 13,56 MHz. Karena frekuensi yang digunakan sama dengan frekuensi ISO 15693 maupun ISO 14443, maka perangkat yang support NFC pun dapat digunakan untuk membaca tag ID buku.
      Beberapa smartphone   yang dijual dipasaran sekarang sudah mempunyai interface NFC. Sehingga dengan aplikasi tertentu, smartphone   tersebut dapat membaca tag ID ISO 15693.


Gambar II.5 Komunikasi NFC dan tag RFID
      Berikut ini adalah evolusi teknologi NFC (Coskun, Ok, & Ozdenizci, 2012).



Gambar II.6 Evolusi Teknologi NFC

BAB II.                   TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


      Perpustakaan Bina Nusantara atau yang lebih sering disebut LKC (Library and Knowledge Center) mempunyai pengunjung rata-rata 1000 orang per hari. Para pemustaka ini biasanya belajar di ruang perpustakaan, membaca buku, mencari informasi tentang jurnal, meminjam/mengembalikan buku, dan sebagainya.
      Dengan banyaknya smartphone   sekarang yang sudah mendukung NFC, maka dapat dibuat suatu aplikasi yang dapat digunakan sebagai perangkat “autoborrow” sehingga mahasiswa dan dosen yang mempunyai smartphone   NFC dan menginstall aplikasi tersebut dapat meminjam buku dengan smartphone   miliknya, dengan cara menempelkan NFC smartphone  tersebut ke tag ID buku, sehingga data buku dapat ditampilkan pada smartphone  tersebut.
      Dengan demikian pemustaka yang mempunyai smartphone   NFC dan ingin meminjam buku tidak perlu antri di petugas perpustakaan maupun pada mesin “autoborrow” yang disediakan.

BAB III.                METODE PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan tahap – tahap penelitian yang harus ditetapkan sebelum melaksanakan penelitian, sehingga penelitian dapat dilakukan dengan terarah, jelas dan efisien. Adapun langkah – langkah dalam penelitian ini adalah:
1) Penelitian pendahuluan
Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui berapa lama waktu yang digunakan pemustaka untuk melakukan peminjaman buku.
2) Identifikasi masalah
Jika pada waktu-waktu tertentu aka nada antrian pada petugas peminjaman buku, maupun pada mesin autoborrow oleh para pemustaka yang akan meminjam buku.
3) Studi Pustaka
      Membaca buku/jurnal ilmiah yang terkait dengan RFID, NFC. Melakukan survey internet tentang smartphone   saat ini yang sudah mendukung NFC.
4) Pembahasan
Analisa penggunaan aplikasi NFC autoborrow untuk meminjam buku di perpustakaan.
5) Luaran
Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam seminar.

BAB IV.                 HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1    Database perpustakaan

      Dengan diterapkannya system RFID pada perpustakaan, maka semua buku harus sudah ditempel dengan label RFID. Tag ID pada label tersebut diasosiasikan dengan data buku pada database perpustakaan. Misalnya pada contoh dibawah ini:
Table IV.1 Contoh database buku
Tag ID buku
No Induk Buku
Judul Buku
1a2b3c
123123
Accounting 1
4d5e6f
456456
Computer Network
7g8h9i
789789
Secret Bunker

      Karena itu jika suatu buku ditaruh/ditempelkan pada book reader (RFID reader) di mesin autoborrow, di device NFC, maupun di computer petugas perpustakaan, maka system akan mencari tag ID tersebut di database dan akan menampilkan data buku di layar.
      Demikian juga dengan database user (dosen/mahasiswa/karyawan) di Universitas Bina Nusantara juga sudah terkoneksi dengan ID Binusian card mereka
Table IV.2 Contoh database Binusian Card
Tag ID Kartu
No Induk Mahasiswa/Dosen
Nama
11a22b
111111
Andy
33c44d
222222
Budi
55e66f
333333
Chacha


IV.2    Proses Peminjaman

      Untuk proses peminjaman buku menggunakan smartphone   NFC hampir sama dengan peminjaman dengan menggunakan mesin autoborrow. Jika dengan mesin autoborrow, maka pemustaka yang akan meminjam buku harus meletakkan kartu anggota di card reader dan buku yang akan dipinjam di book reader. Untuk peminjaman dengan smartphone   NFC, maka pemustaka harus menginstall dulu aplikasi yang akan digunakan untuk peminjaman buku. Pemustaka kemudian harus login di aplikasi tersebut. Setelah login, maka pemustaka melakukan scan book RFID tag yang akan dipinjam dengan smartphone   NFC tersebut. Kemudian aplikasi akan mencari data buku ke server database perpustakaan  tentang data buku, dan menampilkan di layar smartphone  . Jika pemustaka yakin akan meminjam buku, maka aplikasi akan memperbaharui database buku dan database user tentang peminjaman buku tersebut. Selain itu aplikasi akan memerintah device NFC untuk menonaktifkan security pada tag RFID buku, agar buku tersebut tidak membuat alarm berbunyi pada saat dibawa keluar ruangan perpustakaan.
      Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah diagram proses peminjaman buku.



Gambar IV.1 Diagram Process peminjaman dengan NFC application

IV.3    Use Case

      Aplikasi yang digunakan pada smartphone   NFC dapat digambarkan dengan menggunakan use case diagram seperti pada gambar berikut ini.

      Setelah pemustaka (mahasiswa/dosen/karyawan) menginstall aplikasi NFC Autoborrow pada smartphone   (yang mendukung NFC) masing-masing, maka pemustaka harus melakukan login. Login ini sama dengan login yang dipakai untuk masuk ke dalam portal mahasiswa/dosen.
      Setelah login, pemustaka dapat menempelkan smartphone   mereka ke buku yang akan dipinjam. Saat tag ID buku terdeteksi oleh NFC smartphone  , maka aplikasi akan mencari data buku ke server database sesuai dengan tag ID yang terbaca. Data buku tersebut, misalnya judul, pengarang, kode buku, edisi, penerbit, tahun, akan ditampikan pada layar smartphone  . Jika pemustaka tidak jadi meminjam buku tersebut dan mengembalikan ke rak, maka data buku tersebut otomatis hilang. Sedangkan jika pemustaka meminjam buku dengan mengklik tombol ‘Submit’ maka aplikasi akan meng-update status buku di database dan menonaktifkan status EAS pada tag buku tersebut.
      Selain untuk meminjam buku, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk melihat status pengguna. Check History, digunakan untuk melihat daftar buku apa saja yang pernah dipinjam pengguna tersebut. Check Borrowing Status, berguna untuk melihat status buku yang sekarang sedang dipinjam, termasuk judul, pengarang, dan jatuh tempo pengembalian buku. Check Obligation, berguna untuk melihat kewajiban pemustaka, misalnya ada denda terlambat mengembalikan buku dan denda menghilangkan atau merusak buku.
      Kemudian pemustaka juga dapat mengganti password mereka yang digunakan untuk membuka aplikasi ini.


BAB V.                    SIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil penelitian tentang penggunaan NFC pada smartphone   yang diaplikasikan untuk autoborrow buku pada perpustakaan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.       Mahasiswa, dosen dan karyawan yang memiliki smartphone   yang mendukung NFC dapat menggunakannya untuk meminjam buku sendiri, tidak perlu antri pada petugas peminjaman buku maupun pada PC autoborrow di perpustakaan.
b.      Dengan bisanya NFC smartphone   digunakan untuk menonaktifkan EAS pada tag ID, hal ini akan memicu para programmer untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan untuk menonaktifkan EAS, dan hal ini tentunya berpengaruh dalam hal jumlah kehilangan buku perpustakaan. Karena jika EAS tidak aktif maka buku akan mudah dibawa keluar perpustakaan tanpa menyalakan system alarm.




DAFTAR PUSTAKA


Coskun, V., Ok, K., & Ozdenizci, B. (2012). Near Field Communication: From Theory to Practice. West Sussex, UK: John Wiley & Sons, Ltd.
Finkenzeller, K. (2010). RFID HANDBOOK: Fundamentals and Applications in Contactless Smart Cards, Radio Frequency Identification and Near-Field Communication. West Sussex, UK: John Wiley & Sons, Ltd.
Godex - Glossary. (2013). Diambil kembali dari Godex: http://www.godexintl.com/de/glossary/Glossary/index/glossary_A
Hunt, V. D., Puglia, A., & Puglia, M. (2007). RFID-A Guide to Radio Frequency Identification. New Jersey: A John Wiley & Sons, Inc.
RFID Journal. (t.thn.). Dipetik December 2012, dari RFID Journal: http://www.rfidjournal.com
RFID Technology. (2013). Diambil kembali dari RFID Centre: http://www.rfidc.com/docs/introductiontorfid_technology.htm
Scalzo, J., Gates, J., Potnis, V., Howell, M., & Tran, W. (t.thn.). Using ISO 15693 Compliant RFID Tags in an Inventory Control System. Louisiana: Louisiana State University, Baton Rouge.


 

No comments:

Post a Comment